Senin, 22 Maret 2010

♥“SANG KONDACTUR”♥

”Subhanalloh…” ucapku ketika melihat sosok itu. Langsung ku tundukkan pandanganku seketika, berganti mengucapkan ribuan kali istighfar dalam hatiku.
Pertemuan yang tak pernah ku duga sebelumnya, pertemuan yang membuatku terkagum dengan sosok pemuda berwajah manis. Bukan hanya tampangnya yang manis, tapi senyumnya, gaya berbicaranya, astaghfirulloh… what happened with me??? Ya Alloh ampunilah hamba MU ini.

Aku Annesha, lengkapnya Annesha Al-Islami, seorang mahasiswi tingkat lima pada sebuah Universitas Negeri yang cukup terkenal di kota ini. Pilihan jurusan pada kampus ku yang bergulat dengan sastra membuatku tak lepas dari kegiatan-kegiatan yang bernafaskan seni. Selain itu aku adalah seorang aktivis dakwah kampus yang terkenal dengan kekritisanku dalam berargumen.

Saat itu aku di undang dalam rapat antar kampus yang akan membahas perlombaan seni, untuk menyambut hari ulang tahun kampusku, perlombaan itu akan diikuti beberapa kampus yang cukup terkenal mencetak prestasi dalam bidang seni dan kebudayaan. Dari sinilah awal aku bertemu dengannya, tanpa ku sadari tatapannya membuat aku salah tingkah, senyumnya membawa desiran-desiran aneh, dasar kege_eran, hehehe…. Akhwat juga manusia, astaghfirulloh


Begitulah awal pertemuanku dengannya, yang aku tahu kampusnya juga mengikuti salah satu ajang lomba yang cukup bergengsi di kampusku, dengar-dengar dari isu yang beredar kampusnya merupakan juara bertahan dalam lomba yang kampusnya ikuti, hmm bakalan jadi saingan berat nih....

Setelah awal pertemuan itu, diluar dugaan tak hanya aku yang menjadi klepek-klepek mengagumi “ke_cute_an” face pemuda itu, teman-temanku dikampus (khususnya kaum hawa), ribut membicarakan pemuda itu. Huuftt jadi cemburu juga (welehh-welehh akhwat mulai terkotori hatinya )


♫♫♫


Pulang kampus seperti biasa (kalau ada perlombaan in campus), mengecek jadwal lomba apa saja yang bakal ditampilkan, tak ada lomba yang seru, akan tetapi aku akan pergi saja ke tempat perlombaan, hitung-hitung memberi semangat buat kawan-kawan yang akan tampil.
Tak kusangka dan tak kuduga (lebai mode : on), pada waktu sedang menyaksikan teman-teman yang mengikuti lomba, ada sosok yang begitu melekat dihati dari pertama kali berjumpa, dia ada disini!!!. Ketemu lagi deh, hehehe…. Hanya sesaat memandang dan berbalas senyum (wahhh banyak bunga bertebaran dimana-mana, aneh-aneh saja maunya hati ini!!!).


Hari-hari ku lalui (khususnya dikampus) tak lepas dari “bumbu-bumbu” pembicaraan mengenai sang pemuda itu, hohohoho… telingaku mulai panas ketika pembicaraan tentang pemuda itu terselip nama indahku “Annesha”,
“Hei ngomong apa barusan???” tanyaku penuh selidik
“Ahh Nes, kamu sok gak tahu segala lagi, kamu pengagum pemuda STT itu kan???” jawab temanku dengan gaya kocaknya
“Apa??? Pemuda STT???, maksud kamu apaan???” aku mulai gak ngeri arti kalimat temanku ini
“Halah Nes, ngaku aja, aku lihat bagaimana cara pemuda itu menatapmu, dan cara kamu memandangnya, ada yang beda!!!” jawab temanku dengan sedikit mendramatisir
Ya Robb apa-apaan ini, sejauh itukah kesalahan hatiku, sehingga mudah tercium publik???
Dengan sedikit menata hatiku yang mulai gelisah aku mulai bertanya lagi.

“Ahh, kalian ini ngegosip kerjaannya. Ehmm Sya, aku mau nanya, boleh?” ucapku sedikit gugup
“Mau nanya apa beibh, tentang pemuda STT itu y?, nah ketahuan kan? Hehehe, bercanda Nes, jangan marah!!!” jawab temanku
“eehh gak, gak marah kok, gini maksud kamu pemuda STT itu siapa?” tanyaku
“sapa lagi kalau bukan selebriti beberapa hari in campus, kemana aja sih lo njeng, jadi gak up date ma berita penting kayak gini?” (lebai mode: on) jawab temanku dengan sedikit memberi aksen bahasa gaul pada jawabannya (teman yang aneh hufft )
“maksud kamu???” tanyaku lagi, semakin bingung
“Rabitha sayang, pemuda STT itu adalah pemuda yang waktu kita rapat kemarin senyum-senyum and tebar pesona gitu ke arah kamu, masa lupa sihhh, dasar telmiii, katanya aktivis, kok lemot banget mikirnya” penjelasan temanku panjang lebar

Masya Alloh, pemuda yang ku kagumi beberapa hari ini adalah seorang mahasiswa STT??? Dengan keterkagetanku, aku melangkah keluar dari kelas menuju mushola kampus, dengan penuh khusyuk, ku berwudhu, secepat kilat ku sambar mukena dan mengadu atas kesalahan hatiku, keternodaan jiwaku, kemunduran imanku, kekhilafanku sebagai manusia biasa, ampuni hamba MU ini Ya Robbi… aku menangis

♪♪♪

Setelah peristiwa dikampus (jadi malu mengingatnya lagi), aku berusaha tidak membicarakan atau mengikuti alur pembicaraan teman-temanku, apalagi yang mulai menyinggung pemuda STT itu, mereka mungkin gak bakalan tahu kalau aku sedang bersusah payah menetralisir hatiku yang mulai ternodai oleh pikiran-pikiran yang tak halal bagiku, walaupun sengaja ataupun tidak mereka menyindirku, aku hanya bisa nyengir kuda, hehehe

Hari-haripun berlalu fikiranku mulai menempati posisinya semula, dengan berbagai macam aktifitas kampus, dan kegiatan dakwah kampus yang sedang aku geluti, aku mulai melupakan sejenak sang pemuda itu, di kampuspun dia sudah tak menjadi “artis” dadakan yang mampu menghipnotis para kaum hawa

Dengan berbagai aktifitas dakwah yang padat aku kembali menemukan cahaya-cahaya redup dalam hatiku yang hilang, ku mencoba mengumpulkan kepingan-kepingan asa akan janji_Nya, “wanita yang baik hanya untuk lelaki yang baik, begitupun sebaliknya”, dalam proses “penghapusan” wajah sang pemuda


mau tak mau aku harus mengingatnya kembali, beberapa hari yang lalu teman sekelasku Sasya dengan santainya membuka obrolan itu, obrolan tentang sang pemuda yang dengan perlahan tapi pasti aku berusaha mulai melupakannya
“Nes, masih inget pemuda yang kamu kagumi itu gak??? pertanyaan Sasya menohok hebat, tepat, menghujam jantungku, uugghhtt kenapa hal ini terjadi lagi (plizzz deh pren, lo buka luka lama lagi neiii hhuuffft)
“emangnya kenapa sih???, apa urusanku Sya???” jawabku dengan sedikit menunjukkan rasa jengkelku, atas pertanyaannya
“iiihhh Nes kamu kok gitu?, aku kan nanyanya baik-baik!!!, tapi gak papa deh, kamu kan akhir-akhir ini lagi sensi, jadi so what??? Hehehe” mulai lagi temanku ini dengan banyolannya, akupun terpaksa tersenyum tipis melihat tingkahnya
“Nes….. kamu dengerin aku gak sihhh???”lanjutnya
“eh..ehh iya, emangnya dia kenapa???” jawabku terbata-bata
“sang pemuda tampan itu Nes, gak aku nyangka, gak aku nyangka Nes!!!” tingkah anehnya mulai keluar lagi (dasar anak sastra, paling bisaaa mandramatisir keadaan, hhehehe )
“kamu gak nyangka apa? dia kenapa sih???, jangan mulai yang aneh-aneh lagi deh, wajah kamu kalau lagi serius jadi tambah jelek tau” candaku, berharap temanku itu mempercepat penjelasannya mengenai sang pemuda itu
“Nes, ia anak tingkat tujuh, dan akan segera lulus dengan predikat, dengan predikat, ya ampun Nes, aku gak nyangka deh, pasti kamu juga gak nyangka, beneran” dengan mimik serius Sasya mencoba meyakini ucapannya sampai-sampai menatapku tanpa kedipan sedikitpun (bener-bener mengaplikasikan dirinya sebagai anak sastra, dasar aneh)
“udah deh cis cup cap kamu, langsung aja konkretnya apaan, nunggu kamu ngomong aja, aku sampai kesemutan, cepetan dah ngomongnya” balasku sok gak mau kehilangan berita penting yang dibawa temenku ini
“sang pemuda tampan itu bakalan lulus dengan statusnya yang terbaru yaitu PENDETA!!!” lanjutnya lagi
Glegarrrrr…….

………bersambung………

Nantikan kelanjutannya yahhhh !!!!



+_+_thyrabitha al-islami_+_+

0 komentar:

Posting Komentar

  ©AKU DAN KENANGAN - Todos os direitos reservados.

Template by Dicas Blogger | Topo